Kategori: Bandar Lampung

  • Menko AHY Ajak Mahasiswa Unila Bangun Kepemimpinan Kolaboratif dan Inovatif

    Menko AHY Ajak Mahasiswa Unila Bangun Kepemimpinan Kolaboratif dan Inovatif

    BANDARLAMPUNG, (CF) – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengisi kuliah umum (Stadium General) yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung Tahun 2025, di Gedung Serba Guna Universitas Lampung, Bandar Lampung, Selasa (14/10/2025).

    Acara kuliah umum bertema “Membangun Kepemimpinan Kolaboratif dan Inovatif untuk Masa Depan Bangsa” ini dibuka Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang sekaligus memberi motivasi mahasiswa untuk menguatkan karakter kepemimpinan menuju Indonesia maju.

    Menko AHY menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan.

    “Kami berdialog dan membangun harapan bersama untuk Indonesia yang semakin maju dan sejahtera,” ujar Menko AHY.

    “Hari ini, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kita semua memiliki peran di jalur masing-masing, baik pusat maupun daerah, untuk mengawal pembangunan menuju Indonesia 2045,” tambahnya.

    Menko AHY menekankan bahwa pembangunan Indonesia ke depan harus berlandaskan prinsip keadilan dan kesetaraan, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

    “Indonesia akan menjadi Negara maju jika SDM-nya terus kita persiapkan. Jumlah penduduk kita besar dan produktif, tapi kualitasnya harus terus kita tingkatkan melalui pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan,” ujarnya.

    Menurut AHY, pendidikan memainkan peran fundamental dalam membangun kualitas SDM, termasuk peran penting perguruan tinggi seperti Unila. Ia berharap kualitas pendidikan dan fasilitas pendukung di kampus semakin meningkat.

    Selain SDM, Menko AHY juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa peningkatan konektivitas, jalan, transportasi, serta fasilitas publik akan memperkuat produktivitas masyarakat dan mendukung ketahanan pangan, energi, dan air bersih.

    “Kita ingin infrastruktur hadir untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, agar petani lebih produktif, masyarakat lebih mudah mengakses pangan, energi, dan air bersih,” ujarnya.

    Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam sambutannya mengajak mahasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan yang kolaboratif, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

    Mirza mengajak mahasiswa untuk menjadi pemimpin masa depan yang kolaboratif, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. “Kita butuh pemimpin muda yang bukan hanya cerdas, tapi juga terbuka dan mampu berkolaborasi lintas sektor dan generasi,” ujarnya.

    Gubernur Mirza menekankan bahwa kepemimpinan di era kini tidak lagi diukur dari kekuasaan, tetapi dari kemampuan untuk bekerja sama dan memberdayakan orang lain. “Kepemimpinan hari ini bukan lagi tentang siapa yang paling kuat, tapi siapa yang paling mampu bekerja sama, mendengar, dan memberdayakan orang lain,” katanya.

    Menurut Gubernur Mirza, kampus merupakan tempat penting bagi mahasiswa untuk belajar menjadi pemimpin dan agen perubahan. Ia menyebut mahasiswa sebagai sumber energi bagi kemajuan bangsa. “Kampus hari ini bukan hanya tempat menimba ilmu, tapi juga ruang untuk melatih kepemimpinan, berpikir kritis, dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya. Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus melahirkan ide-ide kreatif yang bisa diterapkan dalam pembangunan daerah, termasuk dalam bidang inovasi teknologi dan ekonomi berbasis komunitas.

    Dalam kesempatan itu, Gubernur Mirza menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pembangunan infrastruktur sebagai kunci kemajuan Lampung.

    Ia menyebut masih banyak potensi komoditas daerah yang masih dapat dioptimalkan. “Kami yakin, dengan SDM yang semakin berkualitas dan infrastruktur yang lebih baik, Lampung bisa tumbuh lebih cepat,” katanya. (Adpim)

  • Pemprov Lampung Gelar Acara Silaturahmi dan Penyambutan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi di Mahan Agung

    Pemprov Lampung Gelar Acara Silaturahmi dan Penyambutan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi di Mahan Agung

    BANDARLAMPUNG, (CF) – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menggelar acara silaturahmi dan penyambutan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi di Provinsi Lampung, di Aula Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Bandarlampung, Senin (13/10/2025).

    Pada kesempatan itu, Gubernur Mirza menyampaikam komitmennya untuk bersinergi bersama Kodam XXI/Radin Inten di bawah kepemimpinan Mayjen TNI Kristomei Sianturi. Salah satu sinergi yang dibangun adalah memperkuat sektor pertanian sebagai pilar utama ekonomi Lampung, sekaligus menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

    “Kehadiran Kodam XXI adalah semangat baru bagi Lampung. Kami ingin TNI bersama Pemerintah Daerah dan masyarakat, bergandengan tangan menjadikan Lampung bukan hanya aman, tapi juga maju, khususnya di sektor pertanian,” ujar Mirza.

    Mayjen TNI Kristomei Sianturi sendiri merupakan putra daerah Lampung yang resmi dilantik oleh Presiden RI pada 10 Agustus 2025 dan menjadi Pangdam XXI/Radin Inten pertama.

    “Kami segenap masyarakat Lampung menyampaikan selamat datang kembali di rumah. Ini bukan hanya seremoni, tapi benar-benar menyambut keluarga sendiri yang pulang ke kampung halaman,” kata Mirza.

    Gubernur Mirza menekankan bahwa Lampung memiliki posisi strategis sebagai gerbang Pulau Sumatra.

    Menurutnya, peran TNI sangat penting, tidak hanya dalam pertahanan, tetapi juga menjaga rasa aman dan kebanggaan rakyat.

    “Kami percaya, di bawah kepemimpinan Bapak, Kodam XXI/Radin Inten akan menjadi benteng yang kokoh dan bersahabat, bukan hanya menjaga wilayah, tapi juga menumbuhkan rasa aman, persatuan, dan kebanggaan di hati rakyat,” ucapnya.

    Dalam kesempatan itu, Mirza menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk TNI, dalam memajukan pertanian sebagai penopang utama ekonomi Lampung.

    “Pertumbuhan ekonomi Lampung sangat luar biasa, terutama dari sektor pertanian seperti jagung, padi, kopi, dan lada. Ini berkat kolaborasi massif dari pusat hingga daerah,” tegasnya.

    Menurutnya, permasalahan yang mengganggu produktivitas pertanian harus diselesaikan bersama.

    Ia meminta dukungan TNI dalam bentuk penyuluhan dan pendampingan petani di lapangan.

    “Apa yang kita lakukan ini adalah untuk petani kita. Untuk meningkatkan produksi, pendapatan, dan kesejahteraan mereka,” ujarnya.

    Mirza menambahkan, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto agar dapat diimplementasikan dengan baik di Lampung.

    “Dengan semangat kebersamaan itu, saya yakin Lampung akan terus tumbuh menjadi provinsi yang kuat, guyub, dan membanggakan Indonesia,” pungkasnya.

    Sementara itu, Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan komitmennya untuk bersama-sama membangun Lampung yang lebih baik.

    “Kami berharap kedatangan kami di kampung halam sendiri ini bisa bersama-sama membangun Provinsi Lampung. Tolak ukur hadirnya Kodam XXI/Radin Inten adalah jumlah kriminalitas di Lampung ini berkurang,” ujar Kristomei.

    Ia mengatakan, sinergi dengan Forkopimda dan Pemerintah Daerah menjadi kunci. Terlebih, kini Pangdam berasal dari Lampung, maka harus membawa perubahan nyata.

    “Sekarang Pangdam nya asli dari Lampung, jadi harus ada bedanya,” katanya.

    Kristomei menjelaskan Kodam XXI/Radin Inten memiliki visi pembangunan berbasis lima pilar, yakni ketahanan pangan, konektivitas wilayah, sumber daya manusia, mitigasi lingkungan, serta sinergi pentahelix.

    “Kami mohon dukungan seluruh elemen. Tidak ada yang berhasil tanpa kebersamaan. Mari kita bangun kampung halaman kita menjadi lebih maju, santun, dan bermartabat,” ujarnya. (Adpim)

  • Dari Lari Pagi hingga Aksi Dukung Kemerdekaan Palestina

    Dari Lari Pagi hingga Aksi Dukung Kemerdekaan Palestina

    BANDAR LAMPUNG, (CF) — Menjelang pelantikan DPW BKPRMI Provinsi Lampung, Ketua Umum DPP BKPRMI H. Nanang Mubarok, S.H.I., M.Sos. mengawali hari dengan lari pagi di area Car Free Day (CFD) Kota Bandar Lampung. Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan dan penyemangat bagi kader BKPRMI untuk terus bergerak, sehat, dan menebar manfaat bagi umat.

    Dalam kesempatan tersebut, H. Nanang didampingi Ketua Umum DPW BKPRMI Lampung, Ahmad Khairudin Syam, M.Si., serta Juli Zulfajri, mantan Sekretaris MPW BKPRMI Lampung. Mereka berbaur dengan warga dan kader sambil menyapa peserta aksi sosial yang digelar oleh Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Lampung) untuk memperingati dua tahun tragedi pemboman Gaza oleh zionis Israel — sebagai bentuk solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.

    H. Nanang Mubarok menegaskan bahwa BKPRMI secara tegas mendukung kemerdekaan penuh bagi Palestina, dan kepedulian terhadap isu kemanusiaan adalah bagian dari dakwah pemuda masjid. “BKPRMI hadir bukan hanya di masjid, tapi juga di tengah masyarakat dan perjuangan kemanusiaan. Dari masjid, kita bangun peradaban dan kemerdekaan umat,” ujarnya. Sementara itu, Ahmad Khairudin Syam menyebut bahwa semangat ini menjadi pembuka penuh makna menjelang pelantikan DPW BKPRMI Lampung, Ahad 12 Oktober 2025 di Balai Keratun, Komplek Kantor Gubernur Lampung.

  • Upgrading PKS Kota Bandar Lampung: Gerak Bersama, Satu Hati, Layani Masyarakat

    Upgrading PKS Kota Bandar Lampung: Gerak Bersama, Satu Hati, Layani Masyarakat

    PESAWARAN, (CF) — Dalam upaya memperkuat soliditas dan kapasitas kader, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bandar Lampung menyelenggarakan kegiatan Upgrading Kader bertema “Gerak Bersama, Satu Hati, Layani Masyarakat” di GSG Amal Barokah, Minggu (12/10).

    Kegiatan ini dihadiri oleh Presiden PKS, Ustadz Al Muzammil Yusuf, Ketua DPW PKS Lampung, H. Ade Utami Ibnu, jajaran DPTD PKS Kota Bandar Lampung, serta ratusan kader dari berbagai tingkatan — mulai dari pengurus daerah, kecamatan, hingga ranting.

    Dalam arahannya, Presiden PKS Ustadz Al Muzammil Yusuf menegaskan pentingnya setiap kader menghadirkan lima rumah perjuangan PKS sebagai bentuk nyata kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

    “Kader PKS harus menghadirkan lima rumah perjuangan. Pertama, Rumah Keluarga, menjadikan keluarga sebagai Baiti Jannati — rumah surgaku. Kedua, Rumah Ibadah, menjadi pelopor kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan. Ketiga, Rumah PKS, sebagai rumah aspirasi rakyat. Keempat, Rumah Kebangsaan, wujud komitmen pada nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Dan kelima, Rumah Kemanusiaan, di mana PKS terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan nilai-nilai kemanusiaan di seluruh dunia,” ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Bandar Lampung, Agus Widodo, menekankan bahwa semangat Gerak Bersama merupakan panggilan untuk seluruh kader agar terus berkhidmat kepada masyarakat.

    “Gerak bersama PKS ini satu hati melayani masyarakat. Ini harus menjadi ruh dan spirit di setiap langkah kader,” tegasnya.

    Agus juga menambahkan bahwa seluruh unsur struktur PKS — mulai dari MPD, DED, DPD, DPC, hingga DPRa — harus bergerak secara kolektif dan saling melengkapi.

    “Tidak ada yang diam. Semua harus bergerak bersama untuk melayani masyarakat,” ujarnya.

    Selain sesi motivasi dan arahan, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif, di antaranya H. Ade Utami Ibnu, Ibu Nenden Tresnanursari, dan Ustadz Al Muzammil Yusuf, yang menyampaikan materi tentang penguatan struktur, peran kader, dan strategi pelayanan publik.

    Melalui kegiatan ini, PKS Kota Bandar Lampung berharap seluruh kader semakin solid, siap, dan profesional dalam mengemban amanah dakwah serta pelayanan publik.

    “PKS Bandar Lampung berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai partai yang melayani, menginspirasi, dan membawa solusi untuk umat,” tutup Agus Widodo.

  • PKS Lampung Ajak Kader Terbang Bersama Rakyat: Mantapkan Arah, Perkuat Mesin, Hadirkan Manfaat Nyata

    PKS Lampung Ajak Kader Terbang Bersama Rakyat: Mantapkan Arah, Perkuat Mesin, Hadirkan Manfaat Nyata

    BANDAR LAMPUNG, (CF) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Lampung terus menegaskan komitmennya untuk menjadi partai yang kokoh, terarah, dan berpihak pada rakyat. Dalam Rapat Koordinasi bersama seluruh Dewan Pengurus Daerah (DPD) se-Provinsi Lampung, Ketua DPW PKS Lampung Ade Utami Ibnu menyampaikan arahan penting agar setiap struktur partai bekerja dengan semangat kolaborasi dan fokus utama: melayani masyarakat dan menghadirkan solusi bagi kebutuhan rakyat Lampung.

    Dalam arahannya, Ade Utami Ibnu menggunakan filosofi menarik — partai ibarat pesawat — untuk menggambarkan bagaimana tata kelola yang solid akan menentukan keberhasilan sebuah perjalanan politik. “Bayangkan kita sedang berada di dalam pesawat. Sebelum terbang, semua sistem harus aman dan terkoordinasi. Begitu juga partai, semua bidang harus bergerak seirama agar penerbangan menuju kesejahteraan masyarakat berjalan mulus,” ujarnya.

    Ade menekankan pentingnya kepemimpinan yang kolaboratif dan berorientasi pada rakyat. “Ketua DPD itu seperti pilot. Ia tidak bisa jalan sendiri tanpa koordinasi dengan kru, dan tanpa mendengar suara penumpangnya. Penumpang kita adalah rakyat — merekalah yang harus merasakan manfaat dari setiap keputusan partai,” tegasnya. Menurutnya, PKS tidak boleh terjebak dalam politik simbolik, tetapi harus hadir dengan kerja nyata yang bisa dirasakan masyarakat.

    Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya akselerasi dan kaderisasi sebagai tenaga penggerak utama partai. “Pesawat tidak akan lepas landas tanpa dorongan kuat. Kaderisasi adalah mesin turbo kita. Semakin kuat mesinnya, semakin cepat kita bisa melayani rakyat. Dorongan ini harus power full, agar PKS benar-benar menjadi partai yang memberi daya dan harapan bagi masyarakat,” ujar Ade penuh semangat.

    Sejalan dengan itu, Sekretaris DPW PKS Lampung, M. Suhada, menegaskan pentingnya memperkuat tata kelola partai yang modern dan berbasis nilai. Ia menyebut lima pilar yang menjadi fondasi kerja PKS Lampung, yakni: Value-Based Leadership, Management by Objective, Collective Genius Culture, Evidence-Based Policy, dan Collaborative Government. “Kelima pilar ini menjadi kompas kita. Dengan nilai, data, kolaborasi, dan arah yang jelas, partai akan terbang stabil, terukur, dan berdampak bagi rakyat,” ujarnya.

    Melalui arahan tersebut, PKS Lampung meneguhkan dirinya sebagai partai yang tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga membumi dalam aksi. Dengan semangat terbang bersama rakyat, PKS Lampung ingin memastikan setiap langkah politik berujung pada manfaat nyata: masyarakat yang lebih sejahtera, ekonomi yang lebih berdaya, dan pemerintahan yang lebih kolaboratif.

  • Dorong Kemandirian Ekonomi Rakyat, PKS luncurkan BOP

    Dorong Kemandirian Ekonomi Rakyat, PKS luncurkan BOP

    BANDAR LAMPUNG, (CF) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Lampung resmi meluncurkan Bisnis Owner Program (BOP), sebuah inisiatif pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi antara Bidang Boemkraf DPW PKS Lampung dan CV. Gurihku Chicken Internasional.

    Peluncuran ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang disaksikan langsung oleh Presiden PKS, Al Muzzammil Yusuf, sebagai bentuk dukungan penuh terhadap langkah konkret PKS dalam menghadirkan solusi bagi kesejahteraan rakyat.

    Dalam sambutannya, Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf menyampaikan apresiasi tinggi kepada DPW PKS Lampung atas inovasi yang lahir dari semangat pelayanan dan keberpihakan kepada masyarakat kecil. “Program ini luar biasa. Lampung menjadi DPW pertama yang meluncurkan BOP, dan ini akan menjadi role model bagi daerah lain. PKS ingin masyarakat tidak hanya terbantu, tapi juga mandiri dan sukses,” ujarnya.

    Ketua DPW PKS Lampung, Ade Utami Ibnu, menjelaskan bahwa program BOP merupakan bukti nyata bahwa PKS hadir bukan hanya dalam politik, tetapi juga dalam solusi ekonomi masyarakat. “BOP ini bentuk nyata PKS turun tangan di tengah masyarakat. Kita tak hanya memberi ikan, tapi juga kail dan peralatannya. Harapannya, masyarakat bisa mandiri, produktif, dan punya penghasilan berkelanjutan,” tegasnya.

    Melalui program ini, masyarakat penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan usaha berupa paket bisnis fried chicken, tetapi juga pendampingan intensif agar mampu mengelola dan mengembangkan usaha secara mandiri. Pendekatan ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru, meningkatkan penghasilan keluarga, dan memperkuat ekonomi lokal di berbagai wilayah Lampung.

    Peluncuran BOP menjadi langkah nyata PKS Lampung dalam mempertegas jati dirinya sebagai partai yang berorientasi pada kebermanfaatan. Dengan sinergi antara kader, pelaku usaha, dan masyarakat, PKS Lampung ingin memastikan setiap program tidak berhenti di seremoni, tetapi benar-benar menjadi motor perubahan ekonomi rakyat. “Ini bukan sekadar program ekonomi, ini gerakan kemandirian,” tutup Ade Utami Ibnu dengan optimis.

  • LDTQN Suryalaya Lampung Gelar Manaqiban

    LDTQN Suryalaya Lampung Gelar Manaqiban

    BANDAR LAMPUNG, (CF) — Dalam suasana penuh kekhidmatan dan kehangatan ukhuwah, Lembaga Dakwah Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah (LDTQN) Pondok Pesantren Suryalaya Provinsi Lampung menggelar acara manaqiban pada Sabtu (11/10/2025) pukul 11.00 WIB hingga selesai, bertempat di Perumahan Korpri Blok E.3 No.5, Korpri Raya, Sukarame, Bandar Lampung.

    Kegiatan yang mengangkat tema “Merajut Ukhuwah Islamiah Sesama Jamaah LDTQN Suryalaya Provinsi Lampung” ini dihadiri oleh sekitar 75 jamaah ikhwan dan akhwat, serta sejumlah tokoh penting LDTQN Lampung.

    Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua LDTQN Suryalaya Provinsi Lampung, H. Saad Asnawi, S.H., M.H., Wakil Ketua, Ustadz Dalail Khoirot, S.Ag., dan Bendahara, Adi Nugraha, M.Pd., bersama para pembina LDTQN Provinsi Lampung.

    Acara berlangsung di kediaman H. Ahmad Syukri Baihaki, S.H., M.H., selaku tuan rumah dan pemangku acara.

    Menambah kekhusyukan suasana, acara diisi oleh KH. Beben Muhammad Dabas, Wakil Talqin Pondok Pesantren Suryalaya yang berdomisili di Pamijahan, Jawa Barat. Kehadirannya ke Lampung merupakan bagian dari Safari Dakwah untuk memperkuat silaturahmi dan pembinaan spiritual jamaah TQN di berbagai daerah.

    Dalam sambutannya, Ketua LDTQN Lampung H. Saad Asnawi menyampaikan bahwa kegiatan manaqiban bukan sekadar ritual spiritual, tetapi juga momentum memperkokoh persaudaraan dan semangat kebangkitan tarekat di tanah Sai Bumi Ruwa Jurai.

    “Dengan barokah dan karomah Guru Agung Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin (Abah Anom), kita berharap LDTQN Lampung bangkit, bersatu, dan maju, sebagaimana semangat Motto Milad ke-120 Pondok Pesantren Suryalaya,” ujar Saad Asnawi.

    Beliau menegaskan, ke depan LDTQN Lampung akan memperkuat peran “Tasawuf Centre TQN PP Suryalaya–Lampung” sebagai pusat pembinaan dan pengembangan TQN di wilayah Lampung.

    Pusat ini diharapkan menjadi markas dakwah, spiritualitas, dan ibadah tarekat agar kegiatan jamaah dapat berjalan lebih terorganisir dan berkesinambungan.

    Salah satu fokus penting pengurus LDTQN Lampung saat ini adalah upgrading dan penyeragaman amaliah di kalangan jamaah.

    Sebelumnya, kegiatan Upgrading I telah dilaksanakan di Lampung dengan diikuti lebih dari 120 peserta, yang bertujuan menyamakan pemahaman dan praktik ibadah dzikir, talqin, manaqib, serta amaliyah tarekat sesuai tuntunan Guru Mursyid.

    “Kita ingin agar seluruh ikhwan dan akhwat di Lampung memahami dan mengamalkan ajaran tarekat secara benar dan seragam, tanpa ada perbedaan tafsir yang menimbulkan kebingungan,” ujar Ustadz Dalail Khoirot, S.Ag., selaku Wakil Ketua LDTQN Lampung.

    Selain itu, LDTQN Lampung menegaskan komitmennya dalam hal pembinaan jamaah dan penguatan generasi muda pengamal tarekat.

    Program-program pembinaan akan disesuaikan dengan kondisi daerah, dengan tetap berkoordinasi bersama pengurus pusat Suryalaya.

    Dalam kesempatan itu, Bendahara LDTQN Lampung Adi Nugraha, M.Pd. menyampaikan pentingnya kesinambungan kegiatan spiritual seperti manaqib, talqin, dzikir, dan khotaman, agar jamaah tetap aktif meski dalam kondisi ekonomi dan sosial yang beragam.

    “TQN mengajarkan keseimbangan antara lahir dan batin. Kita ingin membentuk masyarakat yang cageur bageur — sehat jasmani dan rohani, berakhlak baik, dan selalu mengingat Allah,” ucap Adi Nugraha.

    Acara manaqiban ini juga menjadi wadah musyawarah ringan antar-pengurus dan jamaah, membahas langkah-langkah strategis untuk memperkuat peran LDTQN Suryalaya di Lampung.

    Beberapa poin penting yang menjadi harapan bersama antara lain:

    Konsistensi pelaksanaan ibadah tarekat secara rutin dan berkelanjutan.

    Pengembangan pendidikan dan dakwah berbasis tarekat untuk generasi muda.

    Peningkatan keterlibatan masyarakat umum dalam kegiatan spiritual dan sosial.

    Pembangunan sarana dan fasilitas dakwah seperti tempat ibadah, pusat pelatihan, dan media publikasi.

    Pembinaan kader-kader muda pengamal TQN untuk regenerasi kepemimpinan spiritual.

    Sinergi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat dalam kegiatan keagamaan dan sosial.

    Menutup acara, KH. Beben Muhammad Dabas mengingatkan pentingnya menjaga keikhlasan dan kebersamaan dalam menjalankan amaliyah tarekat.

    “Ukhuwah Islamiah bukan hanya diucapkan, tapi dirasakan dalam dzikir dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Lampung menjadi ladang keberkahan dan kebangkitan spiritual bagi kita semua,” tutur KH. Beben dengan penuh kelembutan.

    Suasana manaqiban pun diakhiri dengan dzikir bersama, doa untuk keselamatan bangsa, serta harapan agar seluruh jamaah LDTQN Lampung tetap istiqamah di jalan yang diridhai Allah SWT. (*)

  • Ketua DPW PKS Lampung: Seperti Kopi, Kekompakan Kader Harus Menghangatkan Masyarakat

    Ketua DPW PKS Lampung: Seperti Kopi, Kekompakan Kader Harus Menghangatkan Masyarakat

    LAMPUNG BARAT, (CF) — Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Lampung, Ade Utami Ibnu, mengajak seluruh kader memperkuat soliditas dan memperluas peran nyata di tengah masyarakat. Ia menegaskan, kekompakan di tubuh partai bukan hanya untuk memperkuat barisan internal, tetapi juga untuk menghadirkan kehangatan dan manfaat bagi warga.

    Pesan itu disampaikan Ade dalam agenda DPD PKS Lampung Barat sekaligus pelantikan pengurus DPC PKS se-Kabupaten Lampung Barat di Astama Boutique Hotel, Balik Bukit. Dalam kesempatan itu, ia mengangkat filosofi kopi sebagai cerminan nilai-nilai kebersamaan dalam organisasi dan pelayanan.

    Menurutnya, secangkir kopi yang nikmat tidak bergantung pada satu jenis biji, melainkan pada racikan dari berbagai karakter yang berpadu harmonis. “Begitu juga PKS. Setiap kader punya peran. Tidak ada yang kecil atau besar, semua memberi rasa dalam perjuangan ini,” ujar Ade. “Kalau semua sama, organisasi ini akan hambar. Tapi kalau kita satukan perbedaan dengan niat baik, hasilnya kuat dan menyenangkan.”

    Ade menilai, soliditas kader tidak bisa lahir seketika. Seperti kopi yang harus digiling dan diseduh dengan sabar, kekompakan juga lahir dari proses panjang, komunikasi yang jujur, dan keikhlasan untuk saling memahami. Menurutnya, partai harus menjadi tempat yang hangat, di mana setiap kader merasa dihargai dan memiliki ruang untuk berkontribusi.

    “Kita bisa belajar dari budaya ngopi bareng. Di sana orang berbicara terbuka, mendengarkan, dan menumbuhkan kedekatan tanpa jarak. Begitulah seharusnya organisasi ini berjalan,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa dialog dan silaturahmi adalah kunci menjaga semangat persaudaraan di antara kader.

    Lebih jauh, Ade mengingatkan bahwa rasa pahit dalam perjalanan organisasi adalah bagian dari perjuangan. Seperti kopi yang tetap dinikmati meski pahit, setiap ujian dan perbedaan harus diterima sebagai proses mematangkan diri dan memperkuat tekad melayani. “Kalau kita mampu menikmati setiap proses dengan sabar, perjuangan ini akan menghadirkan kehangatan di tengah masyarakat,” katanya.

    Pelantikan pengurus DPC PKS se-Lampung Barat ini menjadi momentum untuk meneguhkan arah gerak partai: membangun kekompakan yang produktif dan berorientasi pada pelayanan rakyat. Bagi PKS, kebersamaan bukan sekadar slogan, tetapi energi untuk terus hadir, mendengar, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Lampung.

  • PKS Lampung Mantapkan Gerak Bersama: 21 Bidang Bergerak untuk Rakyat

    PKS Lampung Mantapkan Gerak Bersama: 21 Bidang Bergerak untuk Rakyat

    BANDAR LAMPUNG, (CF) — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Lampung meneguhkan langkahnya sebagai partai yang tidak hanya hadir di panggung politik, tetapi juga aktif melayani masyarakat.

    Dalam Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) yang digelar Kamis (9/10), seluruh ketua bidang dan Badan Pengurus Harian (BPH) DPW PKS Lampung berkumpul membahas arah kerja serta strategi besar partai dalam menjawab kebutuhan masyarakat Lampung.

    Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPW PKS Lampung, Ade Utami Ibnu, berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif. Dalam suasana yang dinamis, berbagai ide dan gagasan besar mengalir. Ade menegaskan bahwa PKS harus menjadi pelayan masyarakat, bukan sekadar peserta politik.

    “PKS ingin dikenal bukan karena logonya, tetapi karena kerja-kerja nyatanya. Kita harus menjadi bagian dari solusi, dari persoalan paling sederhana hingga yang paling kompleks,” ujarnya.

    Dengan 21 bidang kerja yang bergerak serentak, PKS Lampung berkomitmen memperkuat pelayanan kepada masyarakat sesuai bidangnya masing-masing. Bidang Kaderisasi memperkuat pembinaan spiritual dan sosial, sementara Bidang Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa menggerakkan kreativitas serta kolaborasi anak muda. Di sisi lain, Bidang Pembinaan Umat dan Kerukunan Beragama fokus menjaga harmoni antarumat, dan Bidang Kepanduan serta Bela Negara menanamkan kedisiplinan dan tanggap bencana bagi kader.

    Dalam bidang ekonomi, PKS mendorong kemandirian masyarakat melalui Bidang UMKM dan Ekonomi Kreatif serta Bidang Ketenagakerjaan dan Koperasi. Program seperti Bisnis Owner Program digagas untuk memupuk semangat wirausaha dan membuka lapangan kerja baru. Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan juga menjadi tumpuan peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan, sementara Bidang Energi dan Lingkungan Hidup mengembangkan inovasi pengelolaan sampah rumah tangga menjadi sumber ekonomi baru yang ramah lingkungan.

    PKS Lampung turut meneguhkan kepeduliannya terhadap isu kemanusiaan dan sosial. Bidang Pendidikan dan Kesehatan memastikan layanan dasar masyarakat semakin baik, sementara Bidang Pembinaan Masyarakat Rentan dan Disabilitas memberikan perhatian khusus bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga, Advokasi dan Hukum, serta Komunikasi Digital memperkuat ketahanan keluarga, edukasi hukum, dan komunikasi publik yang transparan serta inspiratif.

    Menutup rapat, Ade Utami Ibnu menyerukan agar seluruh bidang bekerja dengan hati dan aksi nyata. “Kita bukan hanya ingin dikenal sebagai partai yang aktif, tetapi sebagai partai yang memberi manfaat. Lampung membutuhkan lebih banyak aksi, bukan sekadar janji,” pesannya. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, PKS Lampung siap melangkah lebih jauh. Dua puluh satu bidang yang bergerak serentak menjadi simbol komitmen partai untuk terus hadir, bekerja, dan melayani dengan hati — demi Lampung yang lebih sejahtera dan berdaya.

  • Pemprov Lampung Dorong Enam Raperda Baru, Dari Pertanian hingga Pengelolaan Satu Data

    Pemprov Lampung Dorong Enam Raperda Baru, Dari Pertanian hingga Pengelolaan Satu Data

    BANDAR LAMPUNG, (CF) — Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan setuju untuk melanjutkan pembahasan enam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) usul inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung. Penyampaian pendapat Gubernur Lampung tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, dalam Rapat Paripurna DPRD di Ruang Sidang Utama DPRD Provinsi Lampung, Kamis (9/10/2025).

    Sekda Marindo hadir mewakili Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal dalam lanjutan pembicaraan tingkat I dengan agenda penyampaian pendapat terhadap enam Raperda yang telah dipaparkan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD pada rapat sebelumnya, Rabu (8/10/2025) lalu.

    Keenam Raperda tersebut meliputi Raperda tentang Percepatan Perizinan Usaha Pertambangan Mineral Bukan Logam, Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Pengendalian Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Bandara Radin Inten II, Pengelolaan dan Penyelenggaraan Mutu Pendidikan, serta Penyelenggaraan Satu Data.

    Dalam penyampaiannya, Marindo menyampaikan apresiasi kepada DPRD atas inisiatif enam rancangan tersebut yang dinilai sejalan dengan upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat Lampung. Ia menekankan bahwa setiap Raperda memiliki peran strategis dalam memperkuat landasan hukum pelaksanaan pemerintahan daerah.

    “Peraturan Daerah memiliki kedudukan penting dalam sistem hukum nasional. Karena itu, setiap penyusunan Raperda harus memenuhi kriteria yang jelas, tidak multitafsir, dan selaras dengan kebijakan nasional,” ujar Marindo di hadapan pimpinan dan anggota dewan.

    Pemprov Lampung juga memberikan sejumlah catatan agar setiap Raperda disusun sesuai kewenangan provinsi dan tidak tumpang tindih dengan peraturan yang lebih tinggi. Pemerintah mengingatkan pentingnya substansi Raperda diarahkan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik serta meningkatkan pelayanan publik.

    Terkait Raperda tentang percepatan perizinan usaha pertambangan, pemerintah mengingatkan agar materi pengaturan difokuskan pada aspek teknis di bidang pertambangan, bukan pada mekanisme perizinan yang telah diatur melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA).

    “Materi muatan Raperda ini harus memperhatikan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2022 tentang Pendelegasian Pemberian Perizinan di Bidang Mineral dan Batubara, serta selaras dengan Perda Nomor 14 Tahun 2023 tentang RTRW Provinsi Lampung 2023–2043,” tegas Marindo.

    Sementara itu, terhadap Raperda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Pemprov meminta agar pembahasan dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan perangkat daerah dan pemangku kepentingan di sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan. Pemerintah juga menyoroti pentingnya pengaturan mengenai penggunaan air, bibit unggul, pupuk, serta lahan pertanian berkelanjutan.

    Untuk Raperda tentang Penerapan Pola Pengelolaan Keuangan BLUD, Pemprov menekankan pentingnya pengaturan menyeluruh yang meliputi tata kelola, pengelolaan keuangan, tarif layanan, hingga sumber daya manusia. Ketentuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kinerja BLUD di berbagai sektor pelayanan publik.

    Adapun terhadap Raperda tentang Pengendalian Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Bandara Radin Inten II, pemerintah menilai pengaturannya perlu mencakup aspek di sekitar bandara, seperti pengendalian hewan peliharaan, aktivitas industri, penggunaan sinar laser, hingga tinggi bangunan.

    “Substansi sanksi juga perlu dimasukkan agar Perda nantinya memiliki efek jera bagi pelanggar dan menjamin keselamatan penerbangan,” ujar Marindo.

    Raperda tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Mutu Pendidikan juga mendapat perhatian khusus. Pemprov meminta agar penyusunannya mempedomani peraturan perundang-undangan dan memperhatikan kearifan lokal Lampung. Pemerintah bahkan mengusulkan agar beberapa perda lama yang sudah tidak relevan dicabut untuk efisiensi regulasi di bidang pendidikan.

    Sementara untuk Raperda Penyelenggaraan Satu Data, Pemprov menegaskan pentingnya sinkronisasi dengan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Raperda ini dinilai strategis untuk memperkuat tata kelola data daerah dan meningkatkan akurasi perencanaan pembangunan.

    Setelah menyampaikan pendapat tersebut, Pemprov menyatakan menyetujui keenam Raperda untuk dibahas pada tingkat pembicaraan selanjutnya. Pemerintah juga mendorong agar proses pembahasan melibatkan akademisi, praktisi, organisasi masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya guna memastikan efektivitas peraturan yang akan diterbitkan.

    “Kami berharap pembahasan lanjutan dapat menghasilkan Perda yang berkualitas, memberikan kepastian hukum, dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Lampung,” tutup Marindo.

    Dalam rapat paripurna yang sama, DPRD Provinsi Lampung juga menyampaikan pandangan fraksi-fraksi terhadap tiga Raperda prakarsa Pemerintah Provinsi Lampung yang telah dipaparkan sehari sebelumnya. Pandangan tersebut disampaikan oleh delapan fraksi, yakni Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar, PKB, Nasdem, Demokrat, PAN, dan PKS, yang kemudian diserahkan langsung kepada Sekretaris Daerah Provinsi Lampung.

    Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dijadwalkan menyampaikan tanggapan atas pandangan fraksi-fraksi tersebut dalam lanjutan sidang paripurna yang akan digelar pada Jumat (10/10/2025).

    Keenam Raperda yang tengah dibahas ini diharapkan menjadi pijakan penting bagi pembangunan daerah di berbagai sektor, mulai dari pertambangan, pertanian, pendidikan, hingga tata kelola data. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung)