Tag: Bupati Parosil

  • Komitmen Peningkatan Pembangunan dan Kemajuan di Suoh dan BNS, Parosil Temui Komisaris PLN di Jakarta

    LAMPUNG BARAT – Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, merasa prihatin dengan masih adanya pekon di wilayahnya yang belum menikmati aliran listrik meski zaman semakin maju. Untuk itu, ia bertemu langsung dengan Komisaris PT PLN (Persero), Andi Arief, di Jakarta pada Selasa (23/4/2025), guna menyampaikan keluhannya dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan di wilayah tersebut.

    Parosil, yang merupakan putra asli daerah, menyoroti dua pekon yang hingga kini belum teraliri listrik, yakni Pekon Sidorejo dan Pekon Rowo Rejo, yang berada di Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS). Menurutnya, kedua pekon tersebut menghadapi tantangan geografis yang sulit, sehingga akses listrik menjadi sangat terbatas.

    “Di Kecamatan Suoh dan BNS, masih ada dua pekon yang belum mendapatkan aliran listrik, yaitu Pekon Sidorejo dan Rowo Rejo,” ujar Parosil Mabsus. Ia berharap agar masyarakat di kedua pekon tersebut dapat menikmati fasilitas dasar seperti penerangan yang sudah dirasakan oleh daerah lainnya.

    Parosil juga menegaskan bahwa listrik adalah kebutuhan dasar yang krusial di era modern ini. Ia ingin masyarakat di Suoh dan BNS mendapatkan keadilan energi seperti halnya wilayah lainnya.

    “Kami ingin masyarakat di Suoh dan BNS merasakan keadilan energi seperti daerah lainnya,” tambahnya.

    Sebagai kepala daerah, Parosil menyatakan komitmennya untuk terus berjuang agar kedua pekon tersebut segera teraliri listrik. “Sebagai pemimpin, saya ingin yang terbaik untuk masyarakat saya. Kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat adalah ukuran keberhasilan seorang pemimpin,” katanya.

    Menanggapi hal tersebut, Komisaris PLN Andi Arief menyambut baik upaya Parosil dan memastikan bahwa pihaknya akan mencari langkah-langkah untuk meratakan aliran listrik di Lampung Barat. “Kami berkomitmen mendukung penuh upaya pemerataan listrik di Lampung Barat agar tidak ada daerah yang tertinggal dalam hal penerangan,” ujarnya.

    Andi Arief berharap pertemuan tersebut menjadi awal dari sinergi yang lebih kuat antara PLN dan Pemerintah Daerah Lampung Barat untuk menciptakan keadilan energi bagi masyarakat.

  • Parosil Mabsus Jalin Silaturahmi dengan Forkopimda Usai Idul Fitri 1446, Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

    LAMBAR – Di tengah semarak perayaan Idul Fitri 1446 H, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus bersama Wakil Bupati Mad Hasnurin, Sekretaris Daerah Nukman, Asisten I Bidang Pembangunan dan Kesra Ahmad Hikami, serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah, mengunjungi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menjalin silaturahmi pada Selasa, 8 April 2025. Kunjungan ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga simbol pentingnya persaudaraan dan sinergi yang terus dibangun untuk kemajuan Kabupaten Lampung Barat.

    Kegiatan ini dimulai dengan kunjungan Bupati Parosil bersama rombongan ke berbagai instansi Forkopimda, dimulai dari Kodim 0422 LB, Pengadilan Negeri (PN), Pengadilan Agama (PA), Badan Pusat Statistik (BPS), Kejaksaan, dan dilanjutkan ke Polres Lampung Barat. Suasana silaturahmi di hari pertama kerja setelah libur panjang Hari Raya Idul Fitri pun terasa hangat dan penuh keakraban, dengan tawa dan candaan antara Bupati beserta rombongan dengan pihak Forkopimda.

    Kehangatan dalam pertemuan tersebut semakin memperkuat makna silaturahmi yang terjalin, mencerminkan ikatan kebersamaan dan komitmen untuk terus bersinergi dalam membangun Kabupaten Lampung Barat ke depan. Selain sebagai momen untuk mempererat tali persaudaraan, kunjungan ini juga menjadi kesempatan penting untuk berdialog mengenai berbagai isu strategis dalam bidang keamanan dan pembangunan daerah.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Parosil Mabsus menegaskan bahwa kunjungannya bersama rombongan bukan hanya sekedar untuk silaturahmi, tetapi juga sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam membangun sinergi yang solid dengan Forkopimda.

    “Harapannya, ke depan kita dapat terus bersinergi dan berkolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dengan Forkopimda,” ujarnya. “Untuk membangun sebuah daerah, kita tidak bisa melakukannya sendirian. Harus ada kerja sama antar semua pihak,” tambah Parosil.

    Bupati Parosil berharap, melalui sinergi yang terjalin, Kabupaten Lampung Barat dapat berkembang dan maju di masa mendatang. “Semoga jalinan silaturahmi ini terus terjaga, dan Lampung Barat ke depannya semakin maju,” imbuhnya.

    Sementara itu, pihak Forkopimda menyambut dengan hangat kedatangan Bupati dan rombongan. Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Barat, M. Zainir Rochman, mengatakan bahwa silaturahmi ini sangat penting untuk memperkuat komunikasi antara institusi TNI, Polri, Kejaksaan, dan Pemerintah Daerah.

    “Melalui silaturahmi ini, kita dapat saling berbagi harapan dan tujuan demi menjaga kondusivitas wilayah dan pembangunan daerah ke depan,” ujarnya. Zainir juga menekankan pentingnya kebersamaan antar institusi untuk mempermudah langkah dalam menjaga keamanan serta kesejahteraan masyarakat, yang pada gilirannya akan mempercepat pembangunan daerah.

    Dengan terjalinnya komunikasi yang semakin baik antar Forkopimda, diharapkan pembangunan di Kabupaten Lampung Barat dapat berjalan lebih lancar dan menghasilkan kemajuan yang signifikan bagi masyarakat.

  • Bupati Lambar Parosil Mabsus Apresiasi Paud Islam Alif Membudayakan Kebiasaan Menabung Sejak Dini.

    LAMBAR – Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengapresiasi kegiatan bhakti sosial yang di gelar Paud Islam Alif, sebab, anggaran dana bersumber dari infak para siswa.

    Ungkapan itu disampaikan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat menghadiri bhakti sosial yang di gelar Paud Islam Alif di Masjid -Manshur, Kelurahan Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit, Senin (17/3/2025).

    Diketahui, Paud Islam Alif membagikan 200 paket sembako kepada masyarakat pakir miskin yang berada di Kecamatan Balik Bukit.

    Anggaran Bhakti Sosial sebesar Rp. Rp17.980.000 berhasil dikumpulkan dari infak siswa Paud Islam Alif setiap harinya.

    Dikatakan Parosil Mabsus dengan berkembangnya zaman seperti saat ini mengajarkan kepada anak-anak untuk menghargai uang sangatlah penting ” membudayakan kebiasaan menabung, serta menanamkan semangat kerja sama kepada anak-anak sejak dini,” tuturnya.

    Menurut Parosil Mabsus, dengan dibiasakannya budaya tersebut bukan sekadar hanya mengajarkan tentang berbagi, tapi membentuk karakter anak.

    “Semangat para amah-amah yang senantiasa istiqomah dan ikhlas dalam menjalankan kegiatan seperti ini adalah bukti dasar iman dan Islam yang kuat,” kata Parosil Mabsus.

    “Karena tidak sedikit yayasan yang memulai kegiatan serupa, tapi terhenti di tengah jalan karena berbagai cobaan dan fitnah. Alhamdulillah, PAUD Islam Alif mampu menjaga kepercayaan, baik dari orang tua siswa, lingkungan sekitar, maupun pemerintah,” imbuh Parosil.

    Kepala Daerah yang merupakan mantan guru honorer itu juga menyampaikan dukungannya kepada seluruh tenaga pendidik di PAUD Islam Alif karena menurutnya guru Paud Islam Alif dengan penuh keikhlasan dan ketulusan membimbing anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama.

    Pak Cik (sapaan akrabnya) mengajak semua pihak untuk terus mendukung kegiatan baik seperti ini dan mendoakan para pendidik agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam mendidik generasi penerus bangsa.

    “Kita semua punya tanggung jawab mendoakan para amah-amah ini, agar tetap ikhlas, tulus, kompak, dan selalu diberi kesehatan. Saya yakin PAUD Islam Alif akan terus menjadi teladan dalam menanamkan nilai-nilai kebaikan bagi anak-anak kita,” tutup Parosil.

    Sementara, Ketua Yayasan PAUD Islam Alif, Siti Fauza, menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang sudah terlibat dalam kegiatan bhakti Sosial tersebut “kegiatan ini menjadi pembelajaran berharga bagi anak-anak tentang pentingnya berbagi dan menanamkan nilai-nilai kepedulian sejak dini,” terangnya.

    Siti Fauza berharap dengan adanya kegiatan tersebut para siswa dapat meneladani nilai-nilai kebaikan dan mengamalkannya secara istiqomah hingga dewasa nanti.

    Ditempat yang sama, ketua panitia Kutman dalam sambutannya menjelaskan kegiatan bhakti sosial yang di gelar Paud Islam Alif tahun ini adalah sudah yang ke-10 kalinya.

    Kutman juga menjelaskan sumber anggaran Bhakti Sosial yang digelar Paud Islam Alif berasal dari infak para siswa “tidak ada paksaan dan tidak di patok-patok, berapa yang mampu dan seikhlasnya,” jelasnya.

    “Bhakti Sosial ini memang rutin kita lakukan setiap tahunnya, di tahun 2025 ini adalah sudah yang ke-10 kalinya kami menggelar kegiatan serupa. Satu minggu lalu juga kami sudah melakukan pembagian takjil gratis kepada pengendara yang melintas tepatnya di depan rumah makan jejama 2, depan gang masuk Paud Islam Alif,” pungkasnya.

  • Lagi! Parosil Mabsus Kambali Sidak, Tingkat Kehadiran Pegawai Naik Derastis

    LAMBAR – Belum cukup sepekan usai melakuan inspeksi mendadak (Sidak) yang mengakibatkan pencopotan dua jabatan pejabat tingkat kecamatan karena tidak berada ditempat pada saat jam kerja, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus kini kembali sidak di Puskesmas Gedung Surian, Air Hitam dan Way Tenong, Jum’at 14 Maret 2025.

    Sidak dilakukan bertujuan untuk memastikan kedisiplinan pegawai khususnya di bulan suci Ramadhan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

    Berdasarkan hasil sidak di tiga Puskesmas tersebut tingkat kehadiran pegawai meningkat derastis, tingkat kehadiran pegawai mencapai 95 persen bahkan seluruh Kapus berada di tempat sangat berbeda dari hasil sidak pekan lalu.

    Dalam arahannya, Parosil Mabsus minta supaya Kapus mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki program cek kesehatan gratis pada saat hari ulang tahun.

    “Jangan-jangan masyarakat banyak yang tidak mengetahui bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki program bidang kesehatan yakni cek kesehatan gratis pada saat pasien sedang ulang tahun. Batas waktunya 30 hari dari tanggal pasien ulang tahun,” terang Parosil.

    Parosil Mabsus menerangkan alasan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mendukung penuh program cek kesehatan gratis pada hari ulang pasien, menurutnya dengan adanya program tersebut dapat meningkatkan kualitas masyarakat “dengan masyarakat sehat maka secara otomatis akan dapat menghidupi keluarganya,” demikian imbuh bupati dua periode itu.

    Pakcik (biasa sapaan akrabnya) mengingatkan selain pelayanan bidang kesehatan tidak kalah pentingnya meningkatkan bidang kedisiplinan “jangan sampai ada pasien datang tapi pegawainya tidak ada. Pada Hari Raya Idul Fitri nanti Kapus harus mempolakan jadwal piket saya tidak mau Puskesmas sampai kosong apapun alasannya, jika memang yang mendapat jadwal piket berhalangan segera lakukan koordinasi bagaimana solusinya,” Pinta Pak Cik.

    Dikatakan Pak Cik pegawai Puskesmas merupakan pelayanan masyarakat “tidak ada lagi bahasa itu bukan saudara saya, teman saya, bukan orang Lampung Barat, ketika masyarakat datang ke Puskesmas membutuhkan pelayanan kesehatan wajib kita layani. Saya mau semua pegawai harus konsen dan bertanggung jawab, apa yang sudah baik di tahun lalu tolong di pertahankan,” pungkasnya.

  • Parosil Minta Pemerintah Provinsi Lampung Turun Cek Ruas Jalan Lambar-Sumatera Selatan Yang Sempat Viral

    LAMBAR – Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus meminta Pemerintah Provinsi Lampung untuk turun langsung melihat kondisi ruas jalan Lampung Barat menuju Sumatera Selatan yang sempat viral karena terjadi genangan air seperti kolam renang.

    “Tadi pak ketua DPRD Provinsi Lampung sudah melihat pasar tematik yang berada di Kecamatan Lumbok Seminung, beliau sudah merasakan sendiri ruas jalan yang beberapa titik tergenang air, salah satunya yaitu ruas jalan yang berada di jalur dua Pekon Tanjung Raya dan Rantau Panjang yang kondisinya saat ini memperihatinkan,” kata Parosil Mabsus.

    Pak Cik (begitu sapaan akrabnya) menceritakan awal mula kondisi jalan yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu, dikatakan Pak Cik ruas jalan awal mulanya baik-baik saja, namun karena lahan warga terjadi longsor yang disebabkan faktor pengaliran air dari ruas jalan tersebut maka warga melakukan pemagaran menggunakan tembok semen di pinggir ruas jalan.

    “Awalnya pak ketua jalan itu baik-baik saja tetapi karena di belakang pemukiman warga ada tanah yang longsor, masyarakat disana mengklaim faktor airnya mengaliri tanah penduduk sehingganya kiri kanan jalan itu dibuat pondasi supaya air tidak megalir ke tanah warga, air itu sekarang tergenang seperti membentuk kolam,” terangnya.

    Pakcik meminta kepada ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar agar menjembatani terhadap Pemerintah Provinsi Lampung dalam hal ini Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal untuk segera turun melakukan pengecekan serta penanganan mengingat sebentar lagi memasuki arus mudik Idul Fitri.

    “Biasanya menjelang lebaran banyak keluarga yang mudik atau pulang kampung melintasi jalan itu pak ketua DPRD, apa lagi saat ini melalui media sosial sangat cepat sekali masyarakat menginformasikan sesuatu, sehingganya jalan itu viral,” ucapnya.

    Demikian disampaikan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat menyampaikan sambutannya pada kegiatan safari Ramadhan Pemerintah Provinsi Lampung yang dihadiri ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar di Masjid Al Wustho Pekon Sukaraja Kecamatan Way Tenong, Kamis 13 Maret 2025.

    Selain ruas jalan Lampung Barat menuju Sumatera Selatan, menurut Pak Cik tidak kalah pentingnya perbaikan ruas jalan Lampung Barat menuju Tanggamus.

    “Di Lampung Barat ini ada beberapa ruas jalan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Lampung. Kalau Ulu Belu, Tanggamus-Lampung Barat hari ini jalannya cukup baik, tapi sekarang ini yang menjadi persoalan ruas jalan antara tanggamus menuju Suoh dan Bandar Negeri Suoh jalannya cukup memperihatinkan,” jelasnya.

    Kendati demikian, dikatakan Parosil Mabsus, setiap tahun sudah dilakukan penganggaran oleh Pemerintah Provinsi Lampung “Di tahun 2025 sudah ada anggarannya kalau tidak salah tujuh miliar namun saya berharap di tahun 2026 nanti dianggarkan lebih besar lagi agar konektifitas Lampung Barat dan Tanggamus dapat berjalan dengan baik sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kemajuan bagi kedua belah pihak,” pinta Parosil Mabsus.

    Sementara Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmat Giri Akbar menanggapi permintaan Parosil Mabsus, dirinya menyambut baik atas apa yang menjadi keluhan masyarakat Lampung Barat “Tadi saya dari ke Danau Ranau sampai dengan perbatasan Sumatera Selatan, saya melihat potensi di Lampung Barat sangat besar tetapi memang perlu adanya dukungan Pemerintah Provinsi khususnya terkait inprastruktur,” paparnya.

    “Apa yang menjadi usulan Bupati Lampung Barat akan kami bawa ke bapak gubernur semoga secepatnya terealisasi,” tutupnya.

  • Dari 1.553 Usulan Musrenbang Tingkat Pekon Hingga Kecamatan Parosil Mabsus Pokus Pembangunan Infrastruktur

    LAMBAR – Sebanyak 1.553 usulan yang disampaikan masyarakat pada pelaksanaan Musrenbang tingkat kecamatan, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menegas bahwa pembangunan Infrastruktur dan peningkatan kualitas hidup masyarakat tetap menjadi sekala prioritas utama Perintah Kabupaten Lampung Barat.

    “Pemerintah pusat memiliki program yang dikenal dengan astacita, pemerintah Provinsi Lampung memiliki tiga program sterategis dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat memiliki program satya ananda sakti atau enam program, dari keseluruhan program tersebut mesti selaras dan disinergikan dalam rangka mewujudkan pembangunan yang memiliki sebuah kemanfaatan sebagai aspek kehidupan,” kata Parosil Mabsus.

    Namun dikatakan Parosil Mabsus, setiap daerah memiliki prodak dan potensi unggulan serta persoalan yang berbeda “tetapi pada akhir-akhir ini rata-rata yang menjadi persoalan disetiap daerah adalah Infrastruktur. Tidak terkecuali bagi Lampung Barat,” demikian imbuh Parosil Mabsus.

    Demikian disampaikan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat menyampaikan paparannya pada pelaksanaan Musrenbang RKPD 2026 yang berlangsung di Aula Kagungan Setdakab, Kamis 13 Maret 2025.

    Menurut Pak Cik (sapaan akrabnya) jalan merupakan persoalan serius, oleh karena itu, dirinya menyatakan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat ke depannya berkomitmen menjadikan sekala prioritas pembangunan Infrastruktur.

    “Salah satu contoh titik ruas jalan di Lampung Barat yang perlu adanya sentuhan adalah ruas yang ada di Suoh dan Bandar Negeri Suoh, ruas jalan Waspada menuju Way Ngison, Kecamatan Sekincau yang menghubungkan dengan Kecamatan Batu Ketulis, ruas jalan Kecamatan Sumber Jaya yang menghubungkan dengan Kecamatan Pagar Dewa, jalan Kecamatan Sekincau yang menghubungan dengan Kecamatan Pagar Dewa, ruas jalan yang berada di Pekon Kota Besi, ruas jalan Pekon Sukabumi, ruas jalan penghubung Pekon Turgak menuju Pekon Sukaraja, ruas jalan menuju SMA N 1 Lumbok Seminung termasuk ruas-ruas jalan di Kecamatan lain,” terang Pak Cik.

    Parosil Mabsus mengatakan, dimasa kepemimpinanya bersama wakil Bupati Mad Hasnurin periode kedua ini memiliki keinginan dan harapan untuk menuntaskan dan menyelesaikan titik ruas jalan yang memang masuk sekala prioritas.

    “Saya memberikan tugas khusus kepada dinas PUPR dan Bapeda beserta seluruh staf agar kiranya nanti ruas-ruas jalan yang memang masuk dalam sekala prioritas akan dijakan prioritas di tahun yang akan datang,” tutup Parosil.

    Sementara Plt. Kepala Bapeda Kabupaten Lampung Barat Indra Gunawan menjelaskan pelaksanaan Musrenbang tersebut merupakan forum strategis untuk merancang pembangunan yang efektif dan tepat sasaran.

    “Proses penjaringan usulan masyarakat yang di awali Musrenbang tingkat Pekon kemudian dilanjutkan tingkat Kecamatan dan pada hari ini tingkat Kabupaten lalu nantinya akan dilanjutkan tingkat Provinsi hingga pusat,” tutur Parosil.

    Indra Gunawan menyampaikan berdasarkan hasil musrenbang tingkat Kecamatan terdapat 1.553 usulan diantaranya 671 terkait dengan pekerjaan umum, 268 urusan pendidikan, 239 urusan pertanian, 40 urusan lingkungan hidup, 73 urusan kesehatan, 47 urusan kepemudaan dan olahraga serta pariwisata, 37 urusan perikanan 24 urusan koperasi, 20 urusan pengendalian perlindungan anak, 23 urusan sosial, 13 urusan kependudukan, 84 urusan perhubungan dan 14 urusan tenaga kerja.

    Musrenbang turut diikuti Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Ganjar Jatiyono, Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin, ketua TP PKK Lampung Barat Partinia Parosil Mabsus, Perwakilan Forkopimda, Plh Sekretaris Daerah Lampung Barat Ismet Inoni, Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah dan instansi vertical lainnya.

  • Bupati Lampung Barat Berikan Arahan dan Motivasi kepada Petugas Pemadam Kebakaran

    Lampung Barat – Bupati Lampung Barat, Hi. Parosil Mabsus, bersama Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin, memberikan arahan dan motivasi kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) di halaman kantor Bupati Lampung Barat pada Rabu pagi, 12 Maret 2025.

    Acara ini juga dihadiri oleh para asisten, kepala perangkat daerah, dan seluruh petugas Damkar yang bertugas di wilayah Lampung Barat.

    Dalam sambutannya, Bupati Parosil menekankan pentingnya peran petugas Damkar dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Tanggung jawab kita tidak hanya terhadap diri sendiri, keluarga, atau lingkungan, tetapi juga saat masyarakat memerlukan bantuan,” ungkap Bupati Parosil.

    Menurutnya, petugas Damkar merupakan garda terdepan dalam memberikan pertolongan. Meskipun tidak selalu dapat menyelesaikan seluruh masalah, namun, seperti yang disampaikan oleh Bupati, petugas Damkar setidaknya mampu memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi.

    Bupati Parosil juga menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan kerja keras petugas Damkar. “Saya sangat menghargai segala usaha yang telah kalian lakukan di lapangan,” ujarnya. “Saya tahu tantangan yang dihadapi sangat besar, namun saya percaya kalian telah bekerja dengan maksimal. Semoga kalian selalu diberi kesabaran dan kekuatan untuk menghadapi segala rintangan,” tambahnya.

    Bupati Parosil juga mengungkapkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah selama masa jabatannya cukup baik. “Apresiasi dari masyarakat sangat positif, mereka merasa puas dengan kinerja kita. Saya berharap kita bisa terus mempertahankan dan meningkatkan hal ini,” jelasnya.

    Di akhir sambutannya, Bupati Parosil mengingatkan seluruh petugas Damkar untuk selalu menjaga ketenangan dan tidak mudah terprovokasi dalam menghadapi setiap situasi. “Tugas kita adalah mengayomi dan melindungi masyarakat. Mari kita jaga kedamaian dan terus berikan pelayanan terbaik demi kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

    Acara tersebut berlangsung lancar dan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh petugas Damkar yang hadir.

  • Parosil Mabsus Menanggapi Kekhawatiran Masyarakat BNS Tentang Penurunan dari Wilayah TNBBS

    LAMBAR – Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, memberikan klarifikasi mengenai kekhawatiran masyarakat Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS) terkait rencana penurunan warga yang berkebun di kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

    Beberapa waktu lalu, masyarakat Lampung Barat sempat dihadapkan pada masalah konflik dengan satwa liar seperti Harimau dan Gajah, yang memicu isu terkait kemungkinan penurunan masyarakat yang berkebun di wilayah TNBBS.

    Parosil Mabsus menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada surat tembusan atau pemberitahuan resmi dari pihak TNBBS kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mengenai program penurunan masyarakat yang tinggal dan berkebun di kawasan TNBBS.

    “Beberapa waktu lalu, saya mengumpulkan pihak Forkopimda, kepala perangkat daerah, dan instansi terkait untuk membahas persiapan menjelang Lebaran, inflasi harga, serta penanganan konflik dengan satwa liar. Salah satu dampaknya adalah isu penurunan masyarakat yang berkebun akibat konflik dengan Harimau dan Gajah,” jelas Parosil.

    Pakcik (sapaan akrab Bupati Lampung Barat) menambahkan bahwa dalam pertemuan tersebut, pihak Pemerintah Kabupaten Lampung Barat sudah menanyakan langsung kepada TNBBS terkait rencana penurunan masyarakat Suoh dan BNS. Namun, pihak TNBBS mengonfirmasi bahwa belum ada program semacam itu, karena keputusan tersebut berada di tangan TNBBS.

    “Sudah saya tanyakan kepada pihak TNBBS apakah ada program terkait penurunan masyarakat Suoh dan BNS yang berkebun di kawasan TNBBS akibat konflik dengan satwa liar, dan jawabannya adalah belum ada. Yang berhak memutuskan penurunan adalah pihak TNBBS,” kata Pakcik.

    Pernyataan ini disampaikan oleh Bupati Parosil Mabsus dalam sambutannya saat Kunjungan Kerja (Kunker) di Pekon Bumi Hamtatai, Kecamatan BNS, pada Selasa, 11 Maret 2025.

    Pakcik menegaskan bahwa masyarakat Suoh dan BNS yang berkebun di wilayah TNBBS tidak perlu khawatir atau merasa gelisah tentang penurunan tersebut. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat yang berada di daerah yang rawan konflik dengan satwa liar Harimau dan Gajah untuk meninggalkan lokasi tersebut, setidaknya sementara. “Silakan untuk mengurus kebun dan memanen kopi, tapi lakukan secara berkelompok, jangan sendirian, dan hindari bermalam di hutan yang masuk dalam peta kerawanan,” ungkapnya.

    Bupati Lampung Barat ini juga berkomitmen untuk menyelesaikan masalah konflik dengan satwa liar dengan melakukan pembahasan lebih lanjut bersama pihak TNBBS. “Kami akan memastikan bahwa daerah rawan konflik ini dipetakan dengan jelas agar masyarakat tahu mana yang harus dihindari,” tambahnya.

    “Siapapun yang berkebun di Kecamatan Suoh dan BNS di kawasan TNBBS akan kami lindungi, kecuali ada kebijakan baru yang mengharuskan masyarakat meninggalkan kawasan tersebut. Tentu saja, masyarakat juga harus mematuhi himbauan dari pihak Polri, TNI, dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat,” tegasnya.

    Selain itu, Parosil juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian hutan. “Kita harus menjaga hutan dengan tidak merusak, seperti menebang pohon. Sebaliknya, kita harus terus menanam pohon agar hutan tetap terjaga, sehingga hewan-hewan di wilayah tersebut tidak merasa terganggu,” tutup Parosil.

  • Bupati Lampung Barat Sidak: Kecewa Banyak Pegawai Bolos Selama Jam Kerja

    LAMBAR – Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Batu Ketulis dan Kantor Kecamatan Sekincau pada Selasa, 11 Maret 2025, untuk memastikan pelayanan publik berjalan optimal. Sidak ini dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, bertujuan untuk menilai kedisiplinan aparatur pemerintah dalam melayani masyarakat.

    Dalam sidak tersebut, Bupati Parosil mendapati banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Tenaga Harian Lepas Sukarela (THLS) yang tidak berada di kantor pada saat jam kerja. Di Puskesmas Batu Ketulis, dari 63 pegawai yang terdaftar, hanya 10 yang hadir. Hal serupa terjadi di Kantor Kecamatan Sekincau, di mana banyak pegawai yang tidak hadir pada jam kerja.

    Diketahui, berdasarkan Surat Edaran Bupati Lampung Barat Nomor: 060/119/09/2025 tentang perubahan jam kerja ASN pada bulan puasa 1446 Hijriyah, jam kerja ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat adalah Senin-Kamis, pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB, dan pada hari Jumat, pukul 07.00 WIB hingga 10.00 WIB. Sidak yang dilakukan Bupati Parosil pada pukul 13.40 WIB masih termasuk dalam jam kerja.

    Bupati Parosil Mabsus mengungkapkan kekecewaannya terhadap pegawai yang tidak menjaga kedisiplinan dan tanggung jawab mereka sebagai pelayan masyarakat. “Hari ini, kita melakukan sidak di Puskesmas Batu Ketulis dan Kantor Kecamatan Sekincau, banyak ruangan yang kosong dan pegawainya tidak ada di tempat saat jam kerja, termasuk Kepala Puskesmas dan Camatnya,” ungkap Parosil.

    Terkait ketidakhadiran Kepala Puskesmas Batu Ketulis dan Camat Sekincau, Parosil menegaskan akan memberikan sanksi yang tegas. “Pada dasarnya, ini adalah pembinaan terhadap pegawai, bisa saja kami beri sanksi teguran lisan, tertulis, bahkan non-job,” terang Parosil.

    Bupati juga menekankan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kedisiplinan dan pelayanan publik. “Bulan puasa tidak boleh merubah pelayanan kita kepada masyarakat, dan efisiensi anggaran tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kedisiplinan dan pelayanan,” pungkasnya.

  • Parosil Tekankan Penyelesaian Konflik TNBBS dan Satwa Liar di Suoh dan BNS Libatkan Suluruh Aspek

    LAMBAR – Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus soroti konflik Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dan satwa liar Harimau dan Gajah yang meresahan masyarakat Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh beberapa waktu ini meneror masyarakat.

    “Hari ini Lampung Barat yang menjadi sorotan adalah keresahan yang terjadi di Suoh dan Bandar Negeri Suoh terutama masyarakat yang berkebun di wilayah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) ini bermula dari adanya konplik satwa liar,” Kata Parosil Mabsus.

    Menurut Parosil Mabsus hal tersebut merupakan permasalahan yang serius, perlu adanya pengkajian, penagangan, penyelesaian dan penanganan dari seluruh aspek, baik Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Barat, Poltri, TNI, TNBBS maupun pihak terkait yang sesuai dengan koridor aturan yang berlaku baik UUD atau Pilpres.

    “Karena tidak boleh suatu keputusan itu di ambil oleh satu konsetitusi saja, keputusan itu akan memiliki dimensi lain dampak yang sangat luas baik itu sesama sosial, politik,” terang Parosil.

    Hal itu disampaikan Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus saat membuka Rapat Kordinasi Forkopimda yang diikuti Wakil Bupati Lampung Barat Mad Hasnurin, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Edi Novial, perwakilan Kodim 0422 LB, perwakilan Polres, perwakilan Kejaksaan Negeri, Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah dan perwakikan instansi pertival, bertempat di Ruang Rapat Pesagi 10 Maret 2025.

    Pakcik (sapaan akrabnya bagi bupati Lampung Barat itu) berharap keresahan masyarakat Suoh dan Bandar Negeri Suoh terkait teror satwa liar tersebut segera berakhir “poin paling penting dari sudut pandang pak Bupati dari pertemuan ini bagaimana suarana puasa dan Idul Fitri tahun ini masyarakat kita dapat menjalani dengan tenang, khusuk serta tenteram, jangan ada rasa keresahan dan kekehawatiran lagi,” harapnya.

    Pakcik mengatakan hal itu bisa dilakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di kawasan hutan TNBBS dengan cara persuasif. “Dengan cara meminta masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari jangan secara perseorangan atau sendiri namun dilakukan dengan bersama-sama lalu mengimbau jika masyarakat sudah mempunyai kemampuan untuk membangun rumah agar jangan lagi bermukim di wilayah TNBBS,” ujar Parosil Mabsus.

    Karena dikatakan Parosil Mabsus masyarakat yang menempati kawasan hutan TNBBS bukan untuk mencari kekayaan namun untuk bertahan hidup.

    Parosil Mabsus menyatakan dirinya setuju jika akan dilakukan penurunan terhadap masyarakat yang menempatai kawasan hutan TNBBS namun harus memiliki solusi terbaik untuk masyarakat.

    “Maksud saya sangat setuju jika kita mensosialisaikan penerunan masyarakat dari kawasan hutan TNBBS namun harus dengan cara humanis dan bijaksana sesuai dengan koredor yang ada serta mengutamakan kepentingan masyarakat memanusiakan manusia, kita harus mampu memberikan solusi bagi mereka, harus bisa menjamin keberlanjutan hidup mereka,” tutur Pakcik.

    Senada disampaikan ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial terkait penyelesaian konplik satwa liar yang berada di Suoh dan Bandar Negeri Suoh harus di pelajari secara bijak dan konpership “karena kalau kita lihat program HKM, konsep dari HKM itu sendiri pak bupati ada kerjasama antara dinas kehutanan, Pemerintah Daerah dengan petani yang menggarap di daerah masuk dalam kawasan hutan lindung. Masyarakat bisa mengambil hasilnya dan melindungi kawasan hutannya,” papar Edi Novial.

    Edi Novial berharap dengan adanya Pilpres Nomor 5 tahun 2025 kita lakukan konsultasi kepada kementerian kehutanan karena yang pertama Pilpres itukan ditarhetkan masalah sawit, perusahaan-perusahaan besar. “Sedangkan untuk di Lampung Barat inikan belum ada perusahaan-perusahaan besar hanya petani murni menggarap kebun tidak ada yang sampaikan dengan lima hektar untuk satu orang,” lanjutnya.

    “Artinya saya berharap dalam penyelesaian konplik yang melibatkan orang banyak ini harus dengan bijak jangan sampai justru menyebabkan konplik antara masyarakat dengan pemerintah,” tutup Edi Novial.