BANDAR LAMPUNG, (CF) — Menjalani perkuliahan sambil aktif bekerja bukan perkara mudah. Namun, hal itu justru menjadi pembuktian diri bagi Muhammad Rifki Deofiyan, mahasiswa semester IV Program Studi Desain Interior Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya.
Berstatus mahasiswa, Rifki juga mengabdikan diri sebagai guru SMK mata pelajaran videografi di SMK Tri Sukses Natar, Lampung Selatan. Ia menegaskan bahwa dua peran tersebut saling melengkapi, bukan saling menghambat.
“Kuliah jadi fondasi, kerja jadi pembuktian,” ujar Rifki saat diwawancarai pada Rabu (4/3/26).
Menurut Rifki, pengalaman mengajar justru memperkaya sudut pandangnya dalam memahami dunia desain dan multimedia. Ia mengaku tetap mampu menjaga perkembangan akademiknya meski memiliki tanggung jawab profesional.
Secara tidak langsung, Rifki menuturkan bahwa baik desain interior maupun videografi sama-sama menuntut kepekaan visual, komposisi, serta perhatian pada detail. Kesamaan itulah yang membuatnya mampu menyeimbangkan keduanya.
“Perkuliahan membentuk pola pikir dan dasar perancangan, sementara aktivitas mengajar dan berkarya di bidang multimedia menjadi ruang untuk mengasah kreativitas sekaligus menerapkan ilmu secara nyata,” jelasnya.
Rifki juga menyampaikan bahwa dukungan lingkungan kampus sangat berperan dalam perjalanan akademiknya. Ia berharap pengalamannya dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani produktif sejak dini.
Dengan semangat technopreneur yang menjadi tagline kampus The Best IIB Darmajaya, kisah Rifki menunjukkan bahwa mahasiswa tidak harus menunggu lulus untuk mulai berkarya. Selama mampu mengelola waktu dan komitmen, bangku kuliah dapat menjadi pijakan kuat menuju dunia profesional. (*)
