PESAWARAN, (CF) – Direktur PT Bandar Dewa Indonesia, Junaidi Ismail, S.H., membagikan kisah perjalanan serta pandangannya mengenai dunia usaha dan jurnalistik dalam sebuah wawancara yang berlangsung di sela perjalanan di wilayah Pesawaran, Kamis (12/3/2026).
Dalam perbincangan tersebut, Junaidi menyampaikan sejumlah pemikiran inspiratif, mulai dari latar belakang penamaan perusahaan yang dipimpinnya hingga alasan dirinya menekuni dunia jurnalistik.
Junaidi menjelaskan bahwa nama PT Bandar Dewa Indonesia memiliki makna khusus yang berkaitan dengan asal-usul keluarganya. Nama tersebut diambil dari kampung halaman ayahnya yang berada di Desa Bandar Dewa, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Menurutnya, penggunaan nama tersebut menjadi cara untuk tetap mengingat dan menghargai asal-usul leluhur.
“Nama Bandar Dewa diambil dari kampung ayah saya di Tulang Bawang Barat. Saya ingin asal-usul leluhur tetap mudah diingat,” ujarnya.
Selain berkecimpung di dunia usaha, Junaidi juga aktif di bidang jurnalistik. Ia mengungkapkan bahwa sebelum mendirikan media online mediafaktanews.com, dirinya lebih dahulu menjabat sebagai Direktur di Surat Kabar Umum (SKU) Fakta News.
Namun ketika berencana mengembangkan media berbasis daring, ia menemukan bahwa nama “Fakta News” telah digunakan oleh pihak lain. Untuk itu, ia menambahkan satu kata di bagian depan nama media tersebut.
“Awalnya saya direktur di SKU Fakta News. Ketika membuat media online, nama itu ternyata sudah digunakan. Akhirnya saya menambahkan kata ‘media’ di depan, sehingga menjadi mediafaktanews.com,” jelasnya.
Lebih lanjut, Junaidi menilai dunia jurnalistik memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Baginya, profesi jurnalis merupakan pekerjaan yang mulia selama dijalankan dengan menjunjung tinggi prinsip dan kode etik jurnalistik.
“Jurnalistik itu pekerjaan yang mulia, selama kita tetap memegang teguh kode etik jurnalistik,” kata wartawan utama tersebut.
Ia berharap para insan pers dapat terus menjaga integritas dan profesionalitas, serta menjadikan media sebagai sarana penyebaran informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat. (Chintya)
